![]() |
| bersama menuju sukses |
Pernahkah kita memperhatikan gaya hidup pada binatang, terutama kehidupan semut dan lebah. Perilaku hidup seekor semut dan lebah sarat dengan pendidikan. Salah satu yang sangat menonjol dari perilaku hidup mereka adalah sikap yang jauh dari sifat egois dan mementingkan diri sendiri. Hal ini dapat kita saksikan dari cara mereka berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Jarang kita temukan seekor semut yang hidup sendirian melaikan mereka pasti hidup berkoloni atau berkelompok.
Alangkah
indahnya kebersamaan jika kita bisa mencontoh perilaku semut.Ketika seekor
semut mendapatkan makanan, dia tidak akan serta merta mengambil makanan
tersebut tanpa memikirkan yang lain. Melainkan semut tersebut seger a
mendatangi teman-temannya untuk bersama-sama membawa makanan itu dan
menikmatinya.
Sifat lain yang dimiliki oleh semut adalah
sikap yang terkenal sebagai pekerja
keras dan pantang menyerah. Dapat kita menyaksikan cara semut membangun
sarangnya dari tanah dan kulit kayu. Mereka membangun sarang dengan indah. Oleh
karena itu semut tergolong binatang insinyur. Karena keahlian mereka dalam
membangun sarang.Fenomena ini sungguh menakjubkan. Betapa tidak, seekor semut
yang tidak memiliki pikiran ternyata bisa lebih bijak daripada manusia yang
memiliki akal.
Sudah
sepantasnya kita sebagai manusia harus lebih bijak dari pada binatang. Karena
kita telah diciptakan lebih baik daripada makhluk yang lainnya. Manusia
dilengkapi dengan akal pikiran dan hati nurani. Sehingga dengan kedua aksesoris
ini manusia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang
pantas dan yang tidak pantas.
Tetapi mirisnya
manusia cenderung dapat di kalahkan oleh hawa nafsunya, sehingga akal dan hati
nurani dengan mudah dapat dikalahkan. Hawa nafsu inilah yang mendorong manusia
untuk berbuat yang tidak baik dan menimbulkan sikap yang tidak terpuji. Salah
satu sifat yang akan muncul adalah sifat sombong dan egois atau mementingkan
diri sendiri.
Sangat pantas
ketika orang bijak berkata berat sama di pikul ringan sama dijinjing. Pepatah
ini memiliki arti bahwa untuk mencapai hasil yang maksimal maka di butuhkan ke
kompakan dalam melangkah di antara kita. Hasil yang maksimal akan susah di
capai ketika kita tidak bekerja sama. Itulah indahnya kebersamaan. Apappun yang
di lakukan dengan bersama-sama maka akan memudahkan pekerjaan tersebut.Hikmah
lain dari kebersamaan itu adalah tumbuhnya sikap kasih sayang di antara kita.
Selain itu juga bisa menumbuhkan rasa persaudaraan di antara kita.
Belajar dari
kehidupan dunia binatang selain semut adalah dunia lebah. Lebah adalah salah
satu hewan yang namanya di abadikan di dalam al-qur’an. Ada beberapa jenis hewan yang di sebut-sebut dalam kkitab
suci itu salah satunya adalah lebah.
Binatang yang
satu ini memiliki beberapa kelebihan. Jika di amati secara seksama, setidaknya
kita akan dapati empat hal yang sangat menarik dari kehidupan lebah, yaitu :
1.Lebah selalu
mengkonsumsi makanan yang baik.
2.Lebah
menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
3.Lebah tidak
pernah menyebabkan patah pada dahan yang di hinggapinya.
4.Lebah akan
sangat marah jika dia di ganggu atau di usik.
Keempat sifat di
atas sangatlah tepat jika di miliki oleh seorang muslim. Sehingga sangat tepat
kalau nabi kita Muhammad memperumpamakan seorang muslim seperti lebah. Disisi
lain lebah juga di kenal dengan sikap gotong royongnya. Ya, semut dan lebah
hampir mempunyai sifat yang sama yaitu hidup dalam jamaah dan merupakan hewan
insinyur.
Semoga kita
mampu meneladani sifat dari kedua binatang ini. Sehingga akan tercipta
kehidupan yang harmonis dan menjadi lebih baik.

EmoticonEmoticon